Sejarah Desa

 

Sejarah Desa Tapaluluo

 

Pada jaman dahulu Dahulu kala tepatnya tahun 1883 Dua Rakyat Jelata yag baerasa dai Tapa Dengan tujuan untuk menambah paenghasilan hidup pergi menjelejahi hutan.tujuan mereka adalah menjelejahi hutan.tujuan mereka adalah membuka lahan untuk di Tanami.dalam perjalana mereka empat singgah da menginap di beberapa tempat,seperti Tapamohengu danTapabuoti Hari Berganti ari perjlanan yang di tempuh selama 14 hari tau 2 minggu itu akirny membuahkan hasil,tibalah mereka di tempt yang lembah yang subur yang mereka anggap tepat untuk bercocok tanam.di hutan rimba yang subur telihat dua orang pria bersubuh kekar erumur sekitar 30-an sedang bertduh.Kedua pria tersebut tidak lain adalah Dula seorang ayah Dan nani merupakn saudara laki-lakinya ,pada saat istrahat dula Dan nani menggunakan waktu istrahat mereka untuk salin bertukar pikiran merecanakan lagkah-langkah yg harus di lakukan agar lahan ini dapat di gunakan dengan sebaik-baiknya sesuai tujuan Dan harapan mereka.dalam kurun waktu kurang lebih 2 minggu,walapun tidak begitu besar Dula Dan nani berhasil membuka lahan di hutan tersebut.melihat semua itu datang sekelompok masarakat pribumi Yang di gorontalo di kenal sebagai polahi.mereka ingin menyingkirkan Dula Dan Nani karena merasa terganngu dengan kedatangan merekan Dan telah terbukanya lahan di hautan ini.maka idak dapat dielakan Lagi,terjadilan perdebatan antara kedua belah pihak yang berujung ke perkelahian mengingat yang menjadi lawan mereka adalah masarakat pribumi asli dalam jumlah yang lebih banyak.ahirnya dula Dan nani mengalah.mreka berencana kembali menginap di tempat yang pernah mereka lalui yakni di tapamohengu pada saat di tapamohengu dula dan nani berceita kepada masarakat setempat semua kisah yang mereka alami selama perjalaan mereka hingga mereka berada di tempat itu,mendengar kisah dula Dan nani.rahman Dan rahim penduduk yang tekenal hebat di tapamohengu tertarik.dena mengajak 3 orang teman Dan degan bekal yang cukup rahman da rahim berniat untuk melajutkan lahan yang di kerjakan oleh dua nani.

keesokan harinyarahman Dan rahim sta ketiga temannya pergi setibanya tampa mengulur-ngulur waktu mereka berlima langsung melanjutkan pekerjaan laha itu.dengan bekerja keras  lahan yang tadinya kosong Dan hanya  hektar  bertambah luas dankemudian di Tanami padi hari bergat hari bulan erganti bulan padi yang tadinya hijau kini sudah mulai menguning berisi pertanda padi siap untuk I panen namu tampa di duga kejadin yang menimpa dula Dan nani terulang kembali,sekolompok polahi mengusil moreka dengan paksa.rahman Dan rahim juga punya keahlian tidak mau begitu menerima perlakuan itu sempat terjadi perkelahian yan hebat antara kedua kelompok.namaun lagi-lagi karena kalah jumlah akhirnya rahman Dan rahim bersama ke tiga temannya mengaah dan langsung kembali dengan wajah yang lebam Dan tngan kosong.pagi yang tadinya mau dipnen terpaksa di tiggalkan begitu saja.

untuk kembali mereka melewati jalur jalan lain yaitu hepu dutulaa Dan tempat-tempat lainya dlam prjalanan pulang d setiap tempat persiggahan merek berceria kisah yang terjadi antara mereka Dan sekompok polahi yang berahir mengewakan itu,dari mulut ke mulut orang ke orang,desa ke Desa sampi akhirnya kisah dula Dan nani rahman Dan rahim tersebar keseluruh daerah gorontalo hingga kepolosok.

setelah berbulan-bulan kisah ini menyebar seorang pria separoh baya sakti manra guna benama suaibah merasa penasaran denga apa yang terjadi pada dula nani rahman Dan rahim ini  dia memutuskan untuk kesana Dan mengajak lima orang temannya dengan tujuan yang sama  yakni kembali melanjutkan apa yang sudah di kerjakan keempat orang tadi.maka berangkatlah mereka,jalan berbatu Dan popohonan tua menjadi pemandangan yng tudak lazim lagi dalam 14 hari perjalanan mereka.pada saat mendekati tempat yang di tuju yakni pada malam hari ke 15, tidak jauh dari lahan yang sudah berhasil di buka sebelumnyae sebelumnya terdengar suara  menyeramkan di malam hari  menurut firasat suaibah(bapu dangguwa) sebagai orang sakti sekaligus pemimpin rombongan.suara yang terdengar menyeramkn itu adalah suar dri soekor burung hantu tu di sebut MALUO MOLULUWOLA ole rakyat gorontalo susua kperayaan suaiba keberadaan burug hantu itu adalah pertanda baik bagi mereka

dengan di selubungi rasa pensaran suaibah Dan ombongan mencari dari mana asal suara tersebut,hingga pandangan mereka berarah pada suatu objek,sutu pohon yang berumur ratusan tahun dengan batang yang berdiameter lebih 100cm Dan tinggi 50m Dan di sanalah asal dari suara yang menjadi perhatian suaibah oleh karenanya suibah sebagai pimpinan rombongan memutuskan untuk istrahat di tempat tersebut.

waku menunjukan pukul 00.00 tegah malam.suaibah menjalankan apa yang sudah menjadi kepercayaannya ia Dan sekompok iu menyedian sesajian dengan tujuan agar erhindar dari segala sesuatu yang tidak di inginkan yang kemudian di letakkan di bawah pohon tua itu,karena menurut kepercayaan nenek moyang bila ada burung hantu maka ada mahluk halus di tempt itu sehingga disediakan sesajian yng bertujuan untuk mengatur mahluk-mahluk halus yang ada di sekitar tempat tersebut.

kesoan harinya barulah suibah menceritan pada eman-temannya bahwa pohon yang semalm mereka letakkan sesejian  tersebut adalah pohon beingin atau di gorontalo di sebut LULUO.maka di sekitar tempat itulah mereka mendirikan “SABUA” atau pondok sebagai tempat untuk berteduh Dan beristrahat Dan mulailah mereka melakukan apa yang menjadi ujuan utama,lahan-lahan kosong mulai terlihat,benih-benih yang unggul pun mulai dipilih dengn baik,penanaman secara beratuaran mulai di lakukan agar nantinya hasil yang di petik akan maksimal beberapa macam tumbuhan dicocoktanamka baik yang jangkawktu panennya pendek maupun panjang

ak terasa waktu cepat berlalu,berkat kesuburan tanahnya semua tanaman tumbuh dengan sangat subur Dan bebas dari semua hama penykit suaibh dn teman-temannya pun merasa puas kan tetapi kepuasan dn ketenagan yang mereka rasakan rusak ketika kelompok yang tidak asing lagi datang merusak apa yang telahdega susah payah dikerjakan kelompok ini tidk lin adlah POLAHI,Tanaman yang subur di rusak kelompok lainnya menyerang suaiba Dan teman-temannya yan sementara beristrahat di SABUA Suaiba kaget dengan perlakuan POLAHI tersebut pertarunganpun terjadi suaiba yang dengan sungguh-sungguh melindungi teman-teman sekolompoknya berusaha sebisanya untuk menghalau para polahi ini,segala keahliannya di keluarkan sebagai orang sakti suaibah melawan,setelah sehari dapat bertahan Dan polahi tidak dapat menyingkirkan mereka akhirnya sekolompo POLAHI ini menyerah Dan mengajak suaibah berdamai.dan berjannji tidak akan meganggu suaibah Dan kelompoknya lagi

 

tahun demi ahun pun berlalu,kehidupan suaibah Dan kelompoknya makin membaik musim panenpun silih berganti dari satu tanaman ke tanaman yang lain,satu persatu anggota dai kelompok suaibah kembali Dan mengajak keluarga moreka untuk tinggal dengan mereka dari keluarga sau kemudian dengan keluarg yang lainya.setelah beberapa tahun berlalu lahirlah satu pemukiman yang kepadatan pendudukya terus bertambah.mengingat semakit banyaknya penduduk yang tinggal suibh sebagi Kepala di kelompok memutuskan bahwa tempat ii di namakan TAPALULUO yang Berasal Dari dua kata TAPA yang berasal Dari Penemu Pertama Tempat ini LULU,O adalah sebutan dari pohon beringin tempat mereka menaruh sesajian sehingga di gabungkan kedua kata tersebut Menjadi TAPALULUO

Dengan peningkatan ekonomi masyarakat sehingga pada tahun 1983 Lahirlah satu dusun yaitu Dusun Tapaluluo Desa Dulamayo Kecamaan telaga kemudian pada tahun 1987 dulamayo mengalami pemekaran menjadi Dulamayo Utara,dan pada tahun 2010 Lahirlah Desa Tapaluluo Pemekaran Dari Dulamayo Utara Kecamatan Telaga Biru.

Facebook Comments